JANCUK
Itu
kata pertama gue hari ini brow, seterah buat selanjutnya kalau loh nilai gue
pemarah. Mau baca atau gak tulisan minggu-minggu selanjutnya, gak apa-apa, yang
penting hari ini jancuk. Gue kesal,
kesallllllllllllllllllllllllllllllllllllllll
Apa
sih salah gue sebenarnya,
Apa
dosa gue sama loh,
Salah
kalau gue memiliki cara yang aneh seperti ini.
Ini
terakhir gue bahas lagi tentang loh, ini terakhir gue tatap loh. Gue mau fokus
buat nulis pembenaran para jomblo, gue juga ingin selesaikan novel-novel
lainnya. Hancur kalau tulisan gue isinya kekesalan doang. Stop gue tetap sayang dan cinta loh,heee gue cuma bercanda.
Asalamuallaikum,
Selamat
menikmati malam minggu brow, semoga gak terlalu banyak dosa yang loh buat malam
ini. Maaf awal ceritanya kagak jelas, sama seperti gue yang dianggap gak jelas oleh
para wanita-wanita. Tapi beginilah gue apa adanya brow, mengertilah, oh oh
mengertilah :'( ‘gak usah dinyanyi kalau gak tau lirik’ hhaha
Sebelum
masuk di pembenaran para jomblo minggu ke 4, hari ini gue pengen curhat brow. Masalah
nasib, gue masih dibawah brow jauh dari orang-orang hebat seperti raditya dika,
bayu skak.
Kalau
loh gak kenal, itu gue kasih link orang-orang hebat, sercing aja brow. Kalau udah
di sercing, kasih jempolnya ‘bukan
jempol ditangan loh, tuh yang dibawah videonya ada gambar jempol’. Terbalik juga
gak apa pilihannya, hahha bercanda, kasih jempol yang bagus dong.
Malam
minggu gue hanya bisa terbaring disudut kampus dan menatapi keresahan hati ini
brow. Bukan berharap jadi terkenal seperti mereka, bukan. Tapi gue hanya
berpikir brow, kenapa sih orang selalu menilai jelek cara gue. Emang gue gak
lucu selama ini, hanya mencoba berbuat kelucuan aja biar loh pada senang,
bahagia dan gak sedih.
Ya
gak apa kalau loh anggap gue sok meniru mereka, gue rapopo, i’am fine, enjoy. Lagian
mereka memang inspirasi gue, gak salahkan kalau ilmu gue masih ditahap 00,1, tahap proses untuk belajar.
Dari
pada risauan hati gue gak ada ujungnya dan buat bosan, gue akhiri curhatan
perjalanan hidup enam hari belakangan ini.
Pembenaran Para JOMBLO
Bicara tentang kata-kata loh tanpa bahas poto hancur disebelahnya.
Benar benar sangat miris bacanya, loh kira kita para jomblo pembuat dosa apa, sampai disuruh insaf.
Kita para jomblo lagi tahap pencarian kok, yang mungkin memang butuh waktu lama. 'gak tahu kapan waktunya'hhaha
Tapi ini fenomena yang menarik ketika eksistensi harga diri seorang jomblo
direndahkan, dicampahkan bahkan di caci maki oleh segerombolan kaum. Jadi dari sini gue bakal terus lakukan pembenaran para jomblo. sekian terima kasih.
Pesan Gue ;
'Mungkin' Lebih baik menjadi penonton setiap kebahagian.
#aku mah fine, rapopo, Bersabar itu adalah Bertahan dalam Sikap Baik dalam menunggu suatu kepastian.
Salam hangat FIDEO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar