Sabtu, 05 April 2014

Jomblo Malam Minggu Part IV


JANCUK
Itu kata pertama gue hari ini brow, seterah buat selanjutnya kalau loh nilai gue pemarah. Mau baca atau gak tulisan minggu-minggu selanjutnya, gak apa-apa, yang penting hari ini jancuk.  Gue kesal, kesallllllllllllllllllllllllllllllllllllllll
Apa sih salah gue sebenarnya,
Apa dosa gue sama loh,
Salah kalau gue memiliki cara yang aneh seperti ini.
Ini terakhir gue bahas lagi tentang loh, ini terakhir gue tatap loh. Gue mau fokus buat nulis pembenaran para jomblo, gue juga ingin selesaikan novel-novel lainnya. Hancur kalau tulisan gue isinya kekesalan doang. Stop gue tetap sayang dan cinta loh,heee gue cuma bercanda.

Asalamuallaikum,
Selamat menikmati malam minggu brow, semoga gak terlalu banyak dosa yang loh buat malam ini. Maaf awal ceritanya kagak jelas, sama seperti gue yang dianggap gak jelas oleh para wanita-wanita. Tapi beginilah gue apa adanya brow, mengertilah, oh oh mengertilah :'( ‘gak usah dinyanyi kalau gak tau lirik’ hhaha
Sebelum masuk di pembenaran para jomblo minggu ke 4, hari ini gue pengen curhat brow. Masalah nasib, gue masih dibawah brow jauh dari orang-orang hebat seperti raditya dika, bayu skak.
Kalau loh gak kenal, itu gue kasih link orang-orang hebat, sercing aja brow. Kalau udah di sercing, kasih  jempolnya ‘bukan jempol ditangan loh, tuh yang dibawah videonya ada gambar jempol’. Terbalik juga gak apa pilihannya, hahha bercanda, kasih jempol yang bagus dong.
Malam minggu gue hanya bisa terbaring disudut kampus dan menatapi keresahan hati ini brow. Bukan berharap jadi terkenal seperti mereka, bukan. Tapi gue hanya berpikir brow, kenapa sih orang selalu menilai jelek cara gue. Emang gue gak lucu selama ini, hanya mencoba berbuat kelucuan aja biar loh pada senang, bahagia dan gak sedih.
Ya gak apa kalau loh anggap gue sok meniru mereka, gue rapopo, i’am fine, enjoy. Lagian mereka memang inspirasi gue, gak salahkan kalau ilmu gue masih ditahap 00,1, tahap proses untuk belajar.
Dari pada risauan hati gue gak ada ujungnya dan buat bosan, gue akhiri curhatan perjalanan hidup enam hari belakangan ini.


Pembenaran Para JOMBLO



<----- Hhaha kepala loh peyang kali ini, kata-kata loh masih mampu untuk gue perbaiki tapi kalau potonya gue bisa apa. Jancuk
 Bicara tentang kata-kata loh tanpa bahas poto hancur disebelahnya.
Benar benar sangat miris bacanya, loh kira kita para jomblo pembuat dosa apa, sampai disuruh insaf.
Kita para jomblo lagi tahap pencarian kok, yang mungkin memang butuh waktu lama. 'gak tahu kapan waktunya'hhaha
Tapi ini fenomena yang menarik ketika eksistensi harga diri seorang jomblo direndahkan, dicampahkan bahkan di caci maki oleh segerombolan kaum. Jadi dari sini gue bakal terus lakukan pembenaran para jomblo. sekian terima kasih.

Pesan Gue ;

'Mungkin' Lebih baik menjadi penonton setiap kebahagian.
#aku mah fine, rapopo,
Bersabar itu adalah Bertahan dalam Sikap Baik dalam menunggu suatu kepastian.
Salam hangat FIDEO






Tidak ada komentar:

Posting Komentar